Jan 22nd, 2008
Sindrom Tikus Kalengan
Kompilasi. Mau dinamai apa saja, dan direka-reka gimana pun, tetap saja. Kompilasi ya kompilasi. Sekadar comot sana-sini dari sekian biji karya artis tertentu dalam periode tertentu untuk kemudian dikumpulkan jadi satu dalam kemasan baru. Maka ramailah pasar dengan aneka the best of, the best of the best dan semacamnya.
Perkompilan biasanya dilakukan para pedagang, dengan atau tanpa persetujuan si artis. Atau bisa pula malah si artisnya sendiri yang gresek-gresek, memilih dan memilah sejumlah karya-karyanya, membuat teks “pertanggungjawaban” mengapa dan untuk apa dia mengompil, dan kemudian melemparnya ke pasar.
Tapi belakangan rupanya ada cara lain jualan perkompilan. Di situ, yang mengompil bukan si artis (pencipta)nya sendiri, tapi artis lain. Misalnya, Jon Fishman (drumer Phish) yang mengompil sejumlah karya Frank Zappa dan dijual di pasar dengan kemasan Zappa Picks – by Jon Fishman of Phish. Ada juga Zappa Picks – by Larry LaLonde of Primus. Larry adalah gitaris Primus.
Semula saya menduga ke-2 CD itu adalah karya tribute Jon dan Larry atas karya Zappa. Untunglah, barang-barang dagangan di Musiklub boleh dicoba dulu. Maka “terkuaklah” modus operandi lain (baru?) teknis perkompilan itu. Jelas, saya plong karena terbebas dari sindrom “beli tikus dalam kaleng”.
Dengan itu, saya tak jadi terpaksa menderita untuk menanggung rasa kesengsemnya Jon dan Larry atas Zappa. Saya juga ikhlas jika ke-2 artis itu terkesan menggurui lewat karya Zappa yang menurut mereka bagus. Bahkan menggurui yang didagangkan. Pasalnya, bukankah itu juga bagian dari penderitaan konsumen?
aku prihatin sama grup2 yg bolak balik ngeluarin the best…
ya aerosmith, opo scorpion, mbok wis klo udah gak bisa berkarya..
semprul tenan..