Feb 29th, 2008
Mereka Ngeband. Bukan Ngeblank
Begitulah yang namanya cinta. Kadang merepotkan. Tak heran jika ada yang sampai bilang “no time for love”. Atau yang lebih repot lagi “cinta ditolak dukun bertindak”. Dukun yang tak tahu apa-apa diajak-ajak.
Tapi banyak pula yang tak merasa repot. Salah satunya Zeke and The Popo. Di album Space in the Headlines (2007) mau-maunya mereka menyertakan cinta lewat Mighty Love. Juga Menu. Saya tak tahu, apa pertimbangannya. Untunglah, sejauh ini belum ada kabar Giring keberatan 2 nomor “nidji banget” itu bisa masuk di album ini.
Lebih untung lagi, kalau nila-nya cuma setitik seperti itu, ternyata kesebelangaan susu jadinya malah menonjol. Maksudnya, album ini tetap saja asyik. Pasalnya, Zeke and The Popo begitu nglotok banget dengan The Beatles. John Lennon dkk dioklek-oklek, diobrak-abrik dan kemudian digodok jadi sesuatu yang baru.
Memang tak hanya The Beatles. Berkelebat pula Brian Eno dan Radiohead. Ada juga Tom Waits di Unrscued World. Nick Cave & The Bad Seeds di First Act Gun. Juga Portishead dan Crosby Stills Nash & Young di 1.1 Trillion Wood Cutters.
Semuanya ini hanya menunjukkan betapa penuhnya kepala anak-anak Zeke and The Popo ini. Seperti halnya Polyester Embassy di Tragicomedy (2006) dan Everybody Loves Irene lewat The Very First Thing You Must Learn about Flying is Gravity (2006). Mereka serius ngeband. Bukan ngeblank.