Bah Reggae

Iklan Lapindo Dermawan

Bencana melahirkan kedermawanan. Iklan tentangnya ada dimana-mana. Tak hanya media besar yang tega memasangnya, termasuk Tempo (edisi 4-10/2/2008), tapi DPR pun belakangan ikutan meng-OK-in iklan itu yang bercerita bahwa tenggelamnya sebagian Porong bukan akibat kesalahan Lapindo, tapi semata karena ulah alam.

Lalu, atas dasar apakah jika Lapindo kemudian menyantuni sekian ribu KK yang desanya tenggelam itu? Bukankah bukan karena Lapindo mereka kehilangan sejarah? Memang ada Inpres SBY segala yang meminta Lapindo untuk menyantuni. Tapi, jelas, sekiranya tak ada kedermawanan, belum tentu beleid SBY bisa jalan.

Kedermawanan itulah yang sejak awal mula diusung Lapindo. Kedermawanan yang bukan merupakan suatu bentuk tanggungjawab karena kesalahan anak perusahaan kerajaan bisnis keluarga Aburizal Bakrie itu ketika membor Porong. Karenanya, bagi Lapindo, soal tak terpasangnya “chasing” atau notulensi tahap-tahap pengeboran yang dilakukan tak relevan untuk dibicarakan.

Pasalnya, chasing itu sudah terpasang atau ternyata lalai dipasang, juga ada atau tak ada prosedur pengeboran yang terlewatkan, lumpur panas tetap saja akan muncrat dan menenggelamkan sebagian Porong. Inilah ulah alam itu. Siapa yang bisa membendungnya?

Benar, siapa kuasa membendung alam. Hanya saja, selama ini ada pula suara lain seperti yang misalnya disuarakan Rudi Rubiandini dkk, yang tak sepakat dengan iklan itu. Barangkali suara lain itu akan semakin lirih. Tapi belum tentu gaungnya tak memekakkan dan lebih dahsyat ketimbang inpres, interpelasi, atau hasil penyelidikan polisi.

5 Responses to “Iklan Lapindo Dermawan”

  1. ki kalang kabuton 23 Feb 2008 at 11:37 am

    kalo tipi-tipi suwasta yang sekarang tambah satu lagi yang diurusi oleh klan bakrie, kira2 apa ya pendapat mereka tentang lumpur lapindo??

  2. Countrymanon 27 Feb 2008 at 7:58 am

    Soalnya Pak Rubiandini itu memproklamirkan diri sebagai ahli pengeboran S3 tapi teoritis…beliau itu belum pernah ngebor alias melakukan sendiri baik sebagai pelaksana maupun pengelola..jadi ya gitulah pendapatnya….yang paling menggegerkan..kata beliau meskipun dalam keadaan sekarang juga masih bisa dipadamkan..padahal ahli2 dunia yang KOMPETEN sudah dikonfirmasi tidak bisa…hanya beliaulah yang NGAKU bisa…Kalau saya percaya yang bisa itu Allah. Tapi ada satu yang menyebabkan RAKYAT sekarang sengsara (tentunya ada juga yang untung karena nipu uang penggantian-Mafia bencana), yaitu kalau saja pemerintah MEMBOLEHKAN lumpur panas dibuang kelaut dari hari pertama, maka RAKYAT akan selamat. LAPINDO HARUS DIPAKSA MEMBUANG LUMPUR KELAUT…..Tidak akan membahayakan habitat laut karena Lumpur Panas itu asalnya marine environment puluhan juta tahun lalau….

  3. Bah Reggaeon 27 Feb 2008 at 11:56 am

    Benar, keyakinannya bisa memadamkan semburan lumpur bisa jadi berlebihan. Tp itu tetap saja tak bisa menghapus keyakinannya yang lain, bahwa bukan krn ulah alam semburan itu terjadi.

  4. wong kito galoon 08 Mar 2008 at 11:05 pm

    lah, bukannya kalo orang dermawan itu ga usah masang iklan ya,,
    kalo iklan nya begitu gencar apa kita ndak curiga ada apa di balik iklan itu??

    propaganda yang di paksakan, atau sebuah langkah untuk bersembunyi di balik tameng orang lain…

  5. korbanlapindoon 09 Apr 2008 at 5:19 pm

    Lapindo dermawan???
    Nih bbrp fakta lapangan. Saat ini, Bakrie Grup sudah menguasai tanah seluas 800 ha utuh, dg harga cuma 300rb/m2. Dibayar cuman 20 persen, lagi.
    Dengan penguasaan aset seluas itu, Bakrie Grup bisa membangun perumahan elit di kawasan yang strategis dan dekat dari Surabaya, dan harga jutaan per m2 akan sangat mudah (tahu pantai indah kapuk, atau kawasan Pakuwon di sby), karena mereka punya pengembang besar, PT. Bakrieland Development Tbk.
    Jadi pada saat puluhan ribu rakyat Sidoarjo jadi gelandangan, Bakrie grup malah punya tambahan aset, yang itupun, dibayar dengan uang CSR. Logika bisnis yang serakah ancur-ancuran.
    Jadi, masih lapindo dermawan???

    korbanlapindo

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply