Bah Reggae

Demam Obama

Barangkali, sekarang-sekarang ini, sekiranya kita tersesat di ruang angkasa, dan bertemu dengan makhluk dari planet lain yang tak paham di mana itu bumi, kita tak perlu repot-repot lagi menjelaskannya. Kita tinggal bilang saja, “Bumi itu yang ada Obama-nya itu lho”. Dijamin, ia pasti akan paham.

Betapa populernya Barrack Obama. Semuanya lewat. The Beatles, Mick Jaegger, Kurt Cobain, Fernando Torres, Didi Kempot, busway gombal, rencana nekat kenaikan harga BBM dan listrik, crita Achmad Dhani yang selalu jelek-jelek tentang Maia dll, lewat semua.

Tak cuma warga kota kecil pinggir pantai di Jepang itu yang gembira namanya sama dengan calon presiden AS itu. Tapi Ufuk Press pun ikut-ikutan nderek bingah pula. Bukunya yang semestinya cukup dijuduli “Menerjang Harapan”, masih ditambahi dengan “Dari Jakarta (Menuju Gedung Putih)” segala.

Goenawan Mohamad menggambarkan dengan indah kepopuleran Obama. Di “caping”nya – yang sejauh ini belum pernah mengangkat drama Lapindo — itu ia (Tempo, 25/2/2008) menulis, “Obama akan nyaris sempurna seandainya ia bisa jadi perempuan, kemarin, atau besok. Sebab bahkan sekarang pun ia sudah merupakan satu sosok yang unik: ia persilangan (pelbagai) identitas”.

Begitulah kebahagiaan dan harapan akan lahirnya sesuatu yang baru. Ia tak akan menyusut ketika dibagi. Malah makin besar. Apalagi ini tentang Amerika yang semakin tak semanak, dan tak mempan lagi disanak seperti plang-plang di kampung itu, “Ngebut Tonyo”.

Ketika kita di luar kehilangan akal, maka satu-satunya harapan adalah munculnya seseorang yang akan mengubahnya dari dalam. Tapi ini tentunya tak sama persis dengan harapan kita terhadap para politikus di sini. Sekalipun mereka juga bertekad hendak merubah “dari dalam”.

2 Responses to “Demam Obama”

  1. yudhion 13 Mar 2008 at 8:24 pm

    Dan serangan dengan nama dan konten yang berisi dukungan terhadap obama,kini kian marak mbah :( nganti kesel aku ngapus2i mail spammer sing isine obama tok.blaik! tenan.

  2. Mas Kopdangon 03 Apr 2008 at 3:00 pm

    WAP: White, Anglo Saxon, and Protestan..

    with only its brand can bring someone to be number one @ whitehouse..

    so Obama?
    lewaaaaaaat…
    :(

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply