Apr 30th, 2008
Pesta Kere
Ke-2nya dikenal sebagai orang-orang santun. Tapi mungkin justru karena itulah SBY dan Wiranto jadinya terkesan berantem. Kalau saja mereka sedikit pencilakan, gondrong dan ngeband, belum tentu mereka harus ngotot-ngotan berebut klaim siapa yang paling benar ketika bicara tentang si miskin.
Jadinya, misalnya, Wiranto bisa lebih berkonsentrasi untuk mengemas dengan lebih baik lagi argumen-argumennya bahwa dirinya dan koleganya tak perlu harus direpotkan oleh Komnas HAM. SBY juga punya waktu bagaimana menaikkan harga BBM dengan mak nyus, tanpa harus mengkambinghitamkan subsidi, sekaligus tanpa perlu pula mengutik-utik sumber persoalan BBM yang selama ini tak pernah disentuh.
Tapi, memang, miskin itu sexy. Dari dulu banyak orang tertarik dan bicara tentangnya. Rolling Stones bikin album Beggar’s Banquet segala. Di Street Fighting Man, nomor asyik di album yang dirilis 1968 itu, Jagger dkk malah menganggap tak perlu revolusi, jika di hajatan itu para kere tak dapat tempat. Lebih baik ngeband saja.
Hey! Think the time is right for a palace revolution/But where I live the game to play is compromise solution/Well, then what can a poor boy do/Except to sing for a rock ‘n’ roll band……. Hey! Said my name is called disturbance/I’ll shout and scream/ I’ll kill the king/I’ll rail at all his servants…
Lewat Lady Madonna, The Beatles juga mengagumi kere. John Lennon dkk yang sudah gondrong dan menjadi pencilakan itu tak habis pikir bagaimana mungkin perempuan itu sendirian bisa menghidupi sekian jiwa yang menjadi tanggungannya.
Lady Madonna, children at your feet/Wonder how you manage to make ends meet/Who finds the money?/When you pay the rent?/Did you think that money was heaven sent?/Friday night arrives without a suitcase/Sunday morning creep in like a nun/Mondays child has learned to tie his bootlace/See how they run.
Begitulah pop. Klaim kekaguman dan keprihatinan pada kere menjadi ramai berseliweran. Yang satu ngomong begini, yang lainnya begitu. Macam-macam. Tapi itu tak menjadikan para pedagang kere saling berantem. Bahwa sekarang pada berantem, mungkin Chairil Anwar benar: Yang bukan seniman [semestinya] dilarang ikut.
