Bah Reggae

Berhala Opportunity Loss

Jreng. Harga BBM jadi naik. Dan jadi pula diiringi aneka orkes argumen basi. Malah beberapa di antaranya tak hanya basi, tapi juga amat sangat purba, untuk tak menyebutnya sebagai menjijikan. Misalnya soal ”robin hood” itu. Mengambil dari yang kaya untuk diberikan kepada si miskin.

Namun, harus diakui, sebasi-basinya orkes itu, SBY dkk terlihat bisa membuang jauh-jauh gaya yang biasanya dilakukan para bos negeri ini sebelum-sebelumnya ketika berhadapan dengan sesuatu yang (dianggap) bikin mumet. Kali ini tak ada argumen ”cuci piring”, yang menyalahkan kebijakan para bos sebelumnya.

Pasalnya, terutama di jaman Megawati, opsi menaikkan harga BBM (bersubsidi) sudah nyaring terdengar. Tapi, ketimbang memilih opsi itu, untuk menyelamatkan APBN, Bu Taufik Kiemas itu lebih memilih mengutik-utik dagangan untuk menutup defisit APBN. Misalnya saja, jualan aset bank dan BUMN.

Sekiranya waktu itu Nyonya itu tak hanya berasyik-masyuk jualan dagangan itu, tapi juga harga BBM mulai ”disesuaikan”, maka, setidaknya, negeri ini akan mulai terbiasa dengan mbahnya argumen basi yang kali ini terpaksa diproduksi habis-habisan oleh SBY dkk. Yakni, opportunity loss (OL).

Intinya, BBM adalah barang dagangan. Jika di pasar dunia harga dagangan itu naik, maka (semestinya) naik pula harganya di dalam negeri. Memang, subsidi jelas masih diperlukan mengingat betapa luasnya negeri ini, tak hanya secara geografis tapi juga jarak kemampuan sosial-ekonomi warganya.

Meskipun begitu, semestinya besaran subsidi itu setiap kalinya harus dikurangi untuk mengimbangi kenaikan harga BBM di pasar dunia. Tanpa pengurangan, maka pemerintah akan kehilangan potensi untuk membiayai berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan dll, karena dana yang ada lebih untuk subsidi BBM.

Begitulah OL. Begitulah berhala SBY dkk. Tapi, beruntunglah penonton. Berhala itu tak dipakai SBY untuk menghajar bos-bos negeri ini sebelumnya. Mengapa? Sebagian, sangat mungkin, hal itu karena hajatan 2009 nanti. Rupanya SBY tak ingin terang-terangan menambah musuh hanya gara-gara OL.

Bagi SBY dkk, OL juga dibatasi untuk subsidi BBM saja. Konsep ”hilang kesempatan” itu tak berlaku bagi warisan para bos sebelumnya yang juga membenani APBN. Seperti bunga dan cicilan obligasi (bank rekap) dan utang luar negeri. Dengan begitu, selain tak bikin bos-bos lama meradang, SBY juga bisa menikmati warisan itu dengan nyaman. Tak perlu diganggu-gugat.

Bagaimana jika OL juga diterapkan untuk membongkar ”dunia gelap” di sekitar produksi dan pengadaan BBM, yang merupakan salah satu poin penting yang mendasari APBN? Halah! Bos-bos sebelumnya saja pada nggak berani, lalu apa perlunya SBY mengutik-utik soal ini? Nambah musuh aja.

One Response to “Berhala Opportunity Loss”

  1. Mas Kopdangon 27 May 2008 at 2:23 pm

    ah…istana saja mau dibuka..mosok urusan kilang minyak masih takut digelar…?
    Ayo..masih banyak pemuda nekat semacam saya yang mau bertaruh Hape demi masa depan yang lebih baik…

    :D

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply