Bah Reggae

SKB

Mungkin, ini ”cuma” seperti Arifin C Noer tempo hari. Banyak orang ternganga dan terbelalak ketika ia mau-maunya bikin film ”pengkhianatan PKI” itu. Mereka mencap Arifin ikut-ikutan ”membelokkan” sejarah. Sindiran dan protes terang-terangan kemudian tumplek-blek. Arifin bebek.

Apa jawaban Arifin? Kira-kira gini.”Jika bukan gua, pembelokan itu akan semakin parah. Untung ada gua!”. Dan benar. Selain capaian teknis film itu yang luar biasa, banyak orang yang sepakat, lewat tokoh bapak-anak anonim di film itu yang bingung tak tau apa yang terjadi, Arifin memang tak sedang merekayasa sejarah.

Pada akhirnya memang ”the singer”. Sementara ”the song”-nya, berkat Arifin, menjadi laik tonton dan sejarah juga tak sepenuhnya dibiarkan bengkok karena Arifin masih membiarkan adanya tokoh anonim itu.

Kali ini juga ada the song. Di sana ada nyanyian kebebasan. Di sisi lain, penistaan. Ke-2nya kenceng rebutan panggung. HAM juga dibawa-bawa. Tapi yang serem, tak hanya di Monas tapi juga di tempat lain, selain pakai mikropon, rebutan panggung itu juga diwarnai dengan pentungan segala.

Kemudian muncul ”film” SKB itu. SBY dkk bebek? Seperti Arifin tempo hari, mungkin inilah yang namanya resiko. Hanya saja, di Arifin jelas tak ada kalkulasi pemilu, misalnya. Jadinya, klaim dia ”untung ada gue” dan keseriusannya tak ikut-ikutan membelokkan sejarah terasa jelas.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply