Bah Reggae

Jangan Asal Sakit

Sekadar narsis, GR, nggak ngaca dan sekian ”penyakit” lain sebangsanya? Mungkin. Tapi, kalau pun iya, kenapa? Memangnya, hanya untuk berpenyakit seperti itu saja seseorang harus punya partai atau gabungan partai yang di pemilu legislatif nanti (diperkirakan) minimal bisa beroleh sekian suara?

Benarkah hanya orang tertentu yang boleh penyakitan? SBY, Kalla, Megawati, Wiranto, Sultan dan sekian barang bekas lainnya boleh sakit, sementara anak-anak muda itu tak boleh? Mereka ini — Rizal Mallarangeng, Fadjroel Rachman, Yuddy Chrisnandi dll – tak boleh sakit? Mereka hanya boleh waras?

Alangkah nyamannya dunia ini kalau bisa begitu. Maka Siti Fadillah tentunya yang akan mbungahi. Bu menteri ini bisa seharian cuma dandan melulu, berkenes-kenes dan gidak-gidik kesana-kemari bak artis — ”koyo ayu-ayuo” — karena penyakit bisa diatur-atur seenaknya.

Itu soal pertama. Yang kedua, benarkah penyakit itu hanya berhubungan dengan jabatan presiden dan wapres semata? Sakit cuma untuk jadi presiden atau wapres saja? Penyakit itu tak boleh untuk jabatan lainnya, misalnya menteri, direktur BUMN, atau petinggi aneka lembaga ad-hoc negara?

Lalu, Rizal juga tak boleh menjadikan penyakit itu sebagai bukti kedahsyatannya dalam menggalang dana iklan atau sebagai cara untuk memperkenalkan bisnisnya di ”permak citra” yang belakangan ini marak? Haruskah penyakit itu lalu membuat Fadjroel berani menolak undangan diskusi, talk show dan aneka acara cengengesan lainnya?

Terakhir, tak bisakah penyakit itu dipakai untuk mengigaukan rincian ide-ide besar? Fadjroel, misalnya, meneriakkan nasionalisasi. Tapi, apakah karena ia sakit lalu sah adanya jika ia ogah memerinci ide itu, bagaimana mekanismenya dan konsekuensinya? Begitu juga soal hair cut, pengurangan beban bunga obligasi rekap dan janjinya yang lain.

Kemudian Rizal. Apakah karena ia sakit lalu ia hanya boleh mengulang-ulang klaim bebek soal opportunity loss — seperti iklan yang ia pasang di berbagai media massa tempo hari – hanya gara-gara ia mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi? Buat apa sakit kalau cuma seperti itu.

2 Responses to “Jangan Asal Sakit”

  1. juraganon 26 Jul 2008 at 3:13 pm

    lho sakit apa?

  2. ferdotskaon 12 Aug 2008 at 2:54 pm

    hahaha memang kita semua sakit kok; cukup sakit untuk ngaku sakit daripada mereka yang sakit tapi nggak pernah ngaku :)

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply