Jul 27th, 2008
Sapto
Dia orang lama. Nama depannya ada Bambang-nya. Sesuatu yang jarang dipakai orang-orang produk baru. Tapi, teman-temannya di SMA yang isinya cuma lanang thok di Yogya itu, sedikit yang tahu namanya pakai Bambang. Ia dikenal sebagai Sapto. Atau, komplitnya, Sapto Nugroho.
Maka semula tak ada yang menyangka bahwa Bambang Sapto Nugroho yang diberitakan terbunuh dan mayatnya ada di dalam koper itu adalah dirinya. ”Ah, mosok itu Sapto? Emang namanya pakai Bambang?”, begitu bunyi SMS dan email pagi itu.
Tapi beberapa saat kemudian tak ada keraguan lagi. Benar itu Sapto.
Ekspresif. Begitu dulu gayanya di kelas. Jaman itu guru banyak mendikte. Lalu murid mencatat di buku tulis. Termasuk hal-hal yang menurutnya tak masuk akal. Memang, pertanyaan boleh diajukan. Dan guru menjawab seadanya. Tapi, Sapto tak mau repot. Ketimbang bertanya biasanya ia memilih berkata keras-keras, ”Bah, apaaaa.. ini!”. Guru mendelik dan kelas jadi ger.
Belakangan yang terdengar hanya kabar dan kabar. Teman yang satu ketemu. Sementara yang lain telpon-telponan. Tetap ekspresif. Masih banyak ketawa. Ia pengusaha sukses. Penggemar lukisan berukuran besar dengan warna-warna menyala. Dinding rumahnya perlu itu.
Lalu, tiba-tiba saja datang kabar dari Danau Sunter. Sugeng tindak, Sap. Dan moga-moga, kamu tak harus bilang lagi, ”Bah, apaaa.. ini!” atas kerja polisi dalam mengungkap kasusmu.
sugeng tindak mas sapto..
pak guru itu pak pratolo bukan to bah?
lho? piye, piye, piye genahe dab?
hehee.. salah tulis..
seharusnya, “pak guru itu pastinya bukan pak pratolo to bah?*
soale ndak mungkin pak matematika (sing kalem tapi galak itu halahh..) njawab pertanyaan murid dengan seadanya..
Lho..berarti Bah itu lulusan de Britto tho..?
Bos ane’ di kantor ya cerita kalo itu adalah kawan SMA-nya…
Sap, gak nyangka kowe koq malah ndiziqi! Nyusul ketemu Rm Oei, Pak Kris dlsb. Ditekoqna mboq mu si Inem Loh. Rong sasi kepungkur kita sempat ketemuan kmudian telp2an. saat aQ neng YK ktemuan Mantri Bong Supit & koncomu Kentu ngabari akhir tragis perjalanan mu Setu Esuq. Selamat Jalan Kawan