Oct 31st, 2008
Can’t Buy Me Love
Semestinya ia jadi penyanyi saja. Ini bukan soal SBY, tapi menterinya yang tampaknya telah berjasa besar padanya. Aburizal Bakrie.
Dulu, di jaman reshuffle kabinet, ketika tahu dirinya tak didepak SBY, secara demonstratif ia lalu singsot-singsot di depan para wartawan. Apalagi, yang justru terdepak waktu itu adalah “musuh besar”-nya, Yusuf Anwar (Menkeu). Sementara dirinya “hanya” digeser dari Menko Perekonomian menjadi Menko Kesra.
Tak diketahui secara pasti, apakah ia juga singsot lagi ketika tahu SBY merubah Inpres-nya tentang Lapindo sehingga penanggulangan Lumpur anak perusahaan Bakrie itu akhirnya bisa ditanggung APBN. Barangkali singsot itu hanya dilakukan di depan Sri Mulyani (Menkeu) dan luput dari amatan wartawan.
Kini, jika pemerintah jadi membeli Bumi (PT Bumi Resources Tbk) perusahaan batubara miliknya, Bakrie tak hanya singsot, tapi mungkin nyanyi. Can’t Buy Me Love, salah satu lagu asyik The Beatles itu. Kebetulan “buy me” jika boleh sedikit diplesetkan bisa jadi “bumi”.
Kebetulan lagi, Sofyan Djalil (Meneg BUMN) pun OK jika ada BUMN atau konsumsium BUMN berkenan membeli Bumi. “Yang penting bagi saya, Bumi itu aset bagus, kita butuh batubara. Daripada dibeli asing, mendingan kita yang beli, selama harganya bagus, term-nya baik. Pokoknya b to b dengan harga yang bagus,” katanya di detik.com.
Lebih kebetulan lagi, bukan hanya karena Yusuf Kalla juga mendukung niat pemerintah menolong perusahaan Bakrie yang tengah rugi besar gara-gara krisis global sekarang ini, tapi sambil lalu Sofyan pun secara tak langsung “menyikat” Sri Mulyani.
Memang Sri setuju buy-back saham BUMN. Dananya diambil dari APBN. Yang mengelola PIP, lembaga di bawah Depkeu. Hanya saja, PIP tak hanya asal beli. Kelayakan pembelian harus terlebih dulu lewat penilaian lembaga penilai independen. Jika dinilai OK, beli. Jika KO, batal.
Kengototan Sri ini jelas gawat. Lalu Sofyan pun berkelit. Dana beli Bumi bukan dari APBN, tapi diambil dari dana yang ada di BUMN atau konsorsium itu sendiri. Jadi tak ada urusannya dengan PIP. “PIP itu untuk buy back BUMN. Atau kalau nggak digunakan akan digunakan untuk tujuan investasi lain. Kita nggak tahu.. .”.
Mungkin Sofyan lupa ini. Jika pemakaian dana di BUMN itu lalu mengurangi deviden yang harus disetor BUMN ke APBN, ya sama saja pembelian itu memakai dana APBN.
Bagaimana akhir ceritanya dari semuanya ini, sejauh ini masih belum jelas benar. Tapi yang pasti, selain dukungan Kalla, Bakrie kini beroleh teman baru ketika berhadapan dengan Sri.
I’ll buy you a diamond ring my friend if it makes you feel alright. I’ll get you anything my friend if it makes you feel alright. I’ll give you all I got to give if you say you love me too. I may not have a lot to give but what I got I’ll give to you. I don’t care too much for money, money can’t buy me love.
Semula saya menyambut gembira dengan masuknya para pengusaha dalam jajaran pemerintah dan kabinet. Saya tadinya berpikir mereka tidak bakal tergoda untuk korupsi atau memperkaya diri memanfaatkan jabatan (karena sudah kaya). Saya juga berharap kepiawaian mereka dalam berbisnis dapat menutupi kelemahan birokrasi dan memperbaiki manajemen pemerintah. Tetapi ternyata……..