Nov 2nd, 2008
Gombalan Dolar & Pantat
Kiranya hanya sedikit pedagang yang benar-benar siap jika Rp tiba-tiba saja menguat dalam waktu dekat ini. Taruklah jadi kurang Rp 5 ribu/dolarnya. Dari yang sedikit itu, satu di antaranya adalah Aquarius Pondok Indah (API).
Bandrol di situ memang dalam dolar. Tapi pedagang itu tak bodoh. Ia sudah mengantisipasi kalau-kalau Rp menguat. Apalagi bisa di bawah “goceng”. Jika ini terjadi, pasti akan ada ledakan konsumen. Untuk itu ruangan display mereka bikin luas. Senggolan pantat antar konsumen diminimalisir.
Jadi, API-lah yang sebenarnya percaya pada kekuatan Rp. Mereka akan tersinggung jika dibilang, bandrol dolar di situ hanya menjadikan harga CD impor semakin jahiliyah. Bagi mereka ini omongan ngawur. Mungkin mereka akan balik menuduh, itu hanya omongan orang-orang yang tak percaya adanya kemungkinan Rp bisa kembali kuat lagi.
Hanya gara-gara percaya pada kemungkian menguatnya Rp itulah kemudian API menjadikan kenyamanan sebagai prioritas. Dan harus diakui, soal kenyamanan ini, sejauh ini, API-lah jagonya. Apalagi jika dibandingkan, misalnya, Duta Suara (DS) Sabang yang sumpek itu.
Memang, DS terlihat ekspansif. Tak cuma di Jakarta ada beberapa tempat, di Bandung (Paris Van Jawa) dan, konon, di Bogor pun ada. Tapi soal senggolan pantat, sebagaimana di toko-toko lain, tetap saja tak dijamin tak terjadi. Belum lagi soal “higinis”. Silakan raba dagangan DS di Beats Senayan City. Debu dimana-mana.