Bah Reggae

Famous Living Sate Kambing of Indonesia?

Awet muda. Ramah. Masih seperti dulu. Banyak ketawa. Begitulah Hardi suatu siang di warung sate kambing yang nikmatnya sejauh ini belum terkalahkan itu. Ia mengabarkan dirinya – bareng-bareng banyak pelukis lainnya – sedang pameran di Yogya Gallery, di sebelah warung itu. Mampir, mas. Ini tadi barusan ada diskusi segala, katanya.

Dan benar, karyanya masih seperti dulu. Serba jelas. Nonton sinetron mungkin jauh lebih sulit. Banyak “rambu” (teks) yang dipasang Hardi di karyanya. Konsumen langsung tahu apa maunya. Tak perlu kernyit dahi. Dan, apa boleh buat, konsumen jadinya terkesan tak diperkenankan seenaknya sendiri mengartikan karyanya.

Hardi cuma memajang satu karya. Gede. Seolah langsung menyambut mata pengunjung begitu masuk di bekas gedung bioskop Soboharsono itu. Hardi sedang ikutan promosi Sultan jadi presiden?

Di karyanya itu ada sekian sosok “selebriti” top negeri ini. Semua bersorban putih. Bukan hanya Gus Dur, Amien Rais, Hidayat Nurwahid, Taufik Kiemas, Goenawan Mohamad atau Yusuf Kalla, tapi Frans Magnis Suseno, bahkan Megawati Soekarnoputri pun bersorban pula. Dan tentu saja, Hardi bersorban juga ada di situ.

Lalu, di “rambu” Hardi itu ada sejarah kerajaan negeri ini. Tentu saja versi Hardi. Ia membaginya dalam beberapa periode. Mulai 1297, 1515 dst, yang meliputi Aceh, Banten dan Jawa. Periode terbaru (2009-2014) adalah periode konsolidasi berdirinya negara “demokratik monarky”. Dan di 2015 nanti akan muncul Sultan HB X, yang bergelar Hamengku Negoro I.

Sayangnya, di pameran rame-rame yang judulnya narsis banget itu – Visual Art Exhibition. Self Portrait. Famous Living Artists of Indonesia – semangat pamer hanya ada di Hardi saja. Atau Etang Witarso. Lainnya terkesan ogah-ogahan. Sekedar ikut, diikutkan, atau apa. Bahkan Agus Suwage, misalnya, hanya memajang karya lama (1999-2000). Itu pun milik Biantoro (Nadi Gallery).

Tapi mungkin itulah “famous living artists” itu.

One Response to “Famous Living Sate Kambing of Indonesia?”

  1. Kang Nuron 14 Nov 2008 at 3:05 pm

    kebanyakan makan sate kambing, darah yg mengalir ke otak kurang lancar

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply