Nov 17th, 2008
Lastri Harus Dilarang Kalau …..
Moga-moga syuting Lastri lancar. Kalau di Solo nggak boleh, ya ganti saja di tempat lain. Setting (properti) apa pun, di jaman ini, kiranya bukan persoalan besar. Tapi, asyik jugalah jika ulah para pelarang yang menyebut diri anti PKI itu malah menambah popularitas Lastri. Maklum dagangan. Dilarang seringkali malah jadi dicari banyak orang.
Tapi, Lastri memang harus dilarang, kalau perlu dari sekarang, jika nantinya cuma mengulang apa yang dilakukan Out of Africa (1985). Ini karya Sydney Pollack yang bercerita tentang orang-orang yang saling jatuh-jatuhan cinta. Gedebag-gedebug. Semua orang tahu, kalau lagi cinta-cintaan memang begitu.
Dagangan cinta itulah yang dieksplor habis. Akibatnya, jangankan jadi latar belakang, Afrika di film itu tak berlebihan jika dikatakan hanya untuk keperluan judul film doang. Film ini praktis tak ngomongin Afrika, kecuali hanya menyorot ke-eksotisan-nya. Jadinya, jika film itu dijuduli Out of New York sebenarnya juga tak apa-apa. Mau di Afrika, London, Jakarta, Cikeas atau Porong tak penting.
Kalau benar nantinya Lastri cuma seperti itu, kasihan sekali. Karena itu sebaiknya memang dilarang saja. Pasalnya, sedikit atau banyak, ia hanya akan menafikkan apa yang sudah dimulai oleh Gie (2005), misalnya. Di film ini, sekali pun cuma sebagai latar belakang, apa yang terjadi di penghujung September 1965 yang masih dianggap gelap itu dipaparkan dengan apik. Dan Gie laris manis.
Ini mungkin pertanda bahwa konsumen memang rindu disiram dagangan yang masih gelap-gelap itu. Konsumen rela kok jika sekian sumber (resmi) tak memproduksi info yang memadai. Konsumen ikhlas jika itu gampang-gampangan disebut G-30-S/PKI. Tak masalah. Asal masih ada Gie, atau seharusnya Lastri. Tapi kalau Lastri bergaya Pollack, ya buat apa. Sejarah tetap saja bolong.
Bolong…?
emangnye donat ??!
Memang susah bikin film yang nendang ya.. ??
Lha, Max Lane yang nerjemahin karya Pram supaya dan sudah mendunia sadja dicemooh banyak kalangan terutama kalangan perantauan sendiri seangkatan Sobron.
Malah katanya (maaf) Max seperti Mengajari Lonte Buka Celana..
Hahaha…