Bah Reggae

Stop Merokok!

Sebentar lagi merokok mungkin akan menjadi gaya hidup kuno. Konser Portishead tiba-tiba jadi sepi. Pasalnya, penonton pulang ketika mbak Beth Gibbons mulai merokok di panggung. Konser Tom Waits dan Nick Cave juga begitu. Sepi. Bagi ke-3 artis ini, merokok di atas panggung seolah menjadi bagian dari trade-mark mereka.

Sangat mungkin pula Have A Cigar atau Smoke On The Water tak akan lagi dinyanyikan (personil) Pink Floyd dan Deep Purple yang kepingin mengenang kejayaan masa lalu di tengah kuping dunia yang sudah terlanjur terbiasa mencerna berbagai ragam rock yang bukan itu-itu melulu.

Korek “sakerhets-tandstickor” – yang disainnya ramai tapi asyik – yang dominan warna kuning itu juga akan semakin berkurang pasarnya. Dan mungkin, agar pasarnya tak langsung habis, pabriknya tetap saja masih akan bikin korek, tapi korek itu tak bisa menyala, dan, nah ini dia, dengan disain yang semakin asyik pula.

Smoking room nyaman juga akan semakin susah dicari. Jelas, yang nyaman itu kiranya bukan yang saat ini ada di Mal Pondok Indah atau Taman Anggrek. Gimana bisa dibilang nyaman jika ruang berAC itu — sekalipun apik dan berpenyedot asap – tiba-tiba saja bisa menjadi pengap hanya karena tak lebih dari 10 perokok ada di situ.

Bandingkan, misalnya, dengan smoking room di Terminal Lebak Bulus. Di sini relatif lebih nyaman. Padahal di sini tak ada AC atau pun penyedot asap. Disain ruangan juga simpel. Separuh tempok separuh tripleks. Tapi, keberadaan ruangan itu sah. Sesuai hukum yang berlaku. Pasalnya, di dindingnya tertulis ini.

Ruangan Khusus Merokok. Terminal Lebak Bulus. Peraturan Daerah Propinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 (Pasal 13 Ayat 1). Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No 75 Tahun 2005.

Begitulah ruang rokok Terminal Lebak Bulus. Sederhana sekadar pilihan. Nyaman lebih penting: gimana agar smoking room tak sumpek. Untuk itu, ke-2 pintunya dibiarkan terbuka lebar-lebar. Orang-orang juga bebas merokok di luar ruangan. Jadinya smoking room benar-benar nyaman. Tak sesumpek Pondok Indah dan Taman Anggrek.

2 Responses to “Stop Merokok!”

  1. Mas Kopdangon 20 Nov 2008 at 9:23 am

    hahahaha…
    cuma orang carmuk taat aturan yang rela bersungut-sungut dduk rapi di ruangan lebak bulus..

    lha, ndak nyedot di situ ajah udah boleh..?

    hahahaha

  2. [...] sebaiknya persis seperti terminal Lebak bulus, ruang atjara PB 2008 dibagi bukan semata-mata acara yang berbeda, namun juga ruangan yang berbeda, [...]

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply