Bah Reggae

Tempo Makin Lucu(k)

Kabarnya Tempo beroleh somasi lagi. Bukan Tommy Winata atau Sukanto Tanoto, tapi kali ini Aburizal Bakrie yang memperkarakannya. Gara-garanya, laporan utama Tempo edisi 17-23 November 2008 yang mengangkat gonjang-ganjing PT Bumi Resources Tbk, anak perusahaan Bakrie.

Tapi di sini, bukan soal isi laporan utama itu yang hendak disorot, melainkan nasib Tempo. Mungkin harus begitulah Tempo. Tak cuma enak dibaca dan perlu, tapi juga lucu. Bagaimana tak lucu jika kebaik-hatiannya ke Bakrie jadinya terkesan tak berbalas. Bertepuk sebelah tangan. Betapa tidak?

Sejauh ini belum pernah ada “caping”-nya Goenawan Mohamd tentang Lapindo di Tempo. Selain itu, Tempo, seperti banyak media lainnya, juga rela menerima dana Bakrie sebagai imbalan dimuatnya berkali-kali iklan “kedermawanan” Lapindo. Padahal, konon, sehubungan dengan iklan itu, Tempo hanya bermodalkan kemampuannya dalam membedakan “mana pagar mana api”.

Tapi mungkin itu belum seberapa. Bisa jadi nanti critanya begini. Somasi Bakrie bergulir ke pengadilan. Lalu ada tim peneliti dari UGM dan UI yang dibayar Bakrie. Lalu Tempo kalah. Lalu, puncaknya, Freedom Institute – atau lembaga sosial lain yang juga didanai Bakrie — menghadiahi Tempo dengan Bakrie Award untuk kategori kebebasan pers.

One Response to “Tempo Makin Lucu(k)”

  1. mas kopdangon 18 Nov 2008 at 10:23 am

    Caping minggu ini judulnya apa..?

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply