Archive for the tag 'cd'

Bah Reggae

Merah Putih Murah

Merusak rock & roll untuk menyelamatkan rock & roll. Begitu pernah dikatakan majalah Rolling Stone, dulu, mengomentari OK Computer, album Radiohead yang menggegerkan itu. Akankah obrak-abrik versi SBY dkk sekarang ini nantinya juga akan dikenang sebagai penyelamatan ekonomi negeri ini, masih belum jelas.

Yang pasti, akibat 2 kenaikan harga BBM (bersubsidi) – yang dilakukan SBY sebelum 23 Mei kemarin – Maret dan Oktober 2005, perekonomian menjadi berdarah-darah. Pertumbuhan sih masih relatif OK, tapi dengan kualitas yang memprihatinkan. Jumlah orang miskin dan pengangguran meningkat.

Dari data yang ada, per 2006 lalu, setahun setelah 2 kenaikan itu, % orang miskin (dari total penduduk) melonjak menjadi 17,75% dari sebelumnya 15,97%. Lalu, jika sebelumnya setiap 1% pertumbuhan ekonomi bisa menyerap tenaga kerja sekitar 100-200ribu orang, tapi pada 2006 lalu itu hanya terserap 42ribu saja.

Bagaimana paska kenaikan harga BBM sekarang ini? Benarkah ini “short term pain, long term gain” seperti yang dengan fasih diocehkan oleh mereka yang dengan riang gembira memberhalakan opportunity loss? Masih harus ditunggu. Kita semua tentunya berharap ”merah putih” membaik dan tak murah lagi.

Merah putih tak murah? Tunggu dulu. Pasalnya, merah putih justru dijual murah di sejumlah toko CD. Di tengah kejahatan industri – seperti yang dikatakan ”raja blog” itu, untuk menunjuk keanehan bahwa harga CD bisa dikerek jauh lebih tinggi ketimbang harga kaset – belakangan ini muncul CD-CD murah dengan stiker merah putih.

Yang paling gres Third, album baru Portishead. Sebelumnya, ada Lemon Head, Mika dan Bjork. Segombal-gombalnya kemasannya, kiranya masih lebih bagus ketimbang kemasan basi opportunity loss itu. Atau setidaknya, merah putih murah itu bisa dipakai menyumpal kuping ketimbang pekak ndengerin argumen basi SBY dkk.

bang rhoma

Bondan yang bukan Winarno tapi Perkasa

bondan prakoso

Ini anak ajaib juga. Dulu waktu masih penyanyi bocah — kalau tak salah yang “si lumba-lumba” itu — ya biasa saja. Di Funky Kopral juga belum kentara banget. Tapi coba dengar Bondan Prakoso & Fade2Black dalam album Unity.

Jreng! Musik Indonesia serasa dapat sesuatu yang rada segar. Eksplorasi musikal Bondan (aslinya sih pemain bas) oke banget. Maka jadilah sebuah paket gado-gado, dari yang keroncong sampai reggae, dengan sentuhan hip-hop.

Keroncong Protol layak jadi andalan karena nakal, lucu, tapi kreatif. Ramuan sound keseluruhan album juga enak. Angkat helm untuk Bondan (vokal, bas, gitar, drum, programming), Titz G (rap, beat box), Lezz I Know (rap), dan De Santoz (rap).

Kalau saja Gusti Dewata Mulia Raya digarap dengan string section komplet yang cakep, plus koor yang asyik, bolehlah disebut mendekati keindahan hip-hop Gangsta’s Paradise (Coolio, untuk film Dangerous Minds).

Bah Reggae

Cik Hwa-hwa Pun Tak Berdaya

radiohead in rainbows

Tak seperti sebelumnya, para pedagang CD bajakan album Radiohead In Rainbows kali ini terkesan tak sigap lagi. Jauh sebelum Aksara Record memasarkan album baru bandnya Thom Yorke itu, Cik Hwa-hwa (Manggadua), Mas Jayadi (Tamini Square) dengan suka cita telah menjual bajakannya.

Tapi yang mereka jual, sama seperti Aksara, hanya 10 lagu. Padahal, konon, saat ini, Radiohead juga menjual album baru mereka itu dalam kemasan double album. Selain CD-1 dengan 10 lagu itu, juga ada CD-2 yang berisi sekitar 6 lagu baru lain seperti Down is the New Up, Go Slowly, dan Last Flowers. Sejauh ini CD-2 ini belum tampak bajakannya.

Ke-2 CD itu — plus kemasan vinyl beserta lirik dan sejunlah karya grafis — kabarnya hanya bisa dipesan langsung ke Radiohead dengan harga 40 poundsterling. Suatu angka yang rasanya sangat jauh lebih mencekik ketimbang In Rainbows versi Aksara, apalagi jika dibandingkan dengan harga Cik Hwa-hwa dkk.

Tapi mungkin inilah cara Thom menyiksa pasar. Setelah menyiksa dengan 10 lagu baru yang luar biasa dan sangat berbeda dengan album-album Radiohead sebelum-sebelumnya, rupanya pasar juga masih disiksa lagi oleh Thom dkk sedemikian rupa sehingga Cik Hwa-hwa dkk pun kehilangan ketrampilannya.