Nov 21st, 2008
Hip-hop Jowo? Sengkuni Leda-lede
Ini satu lagi dagangan yang serius banget. Hip-hop Jowo. Kompas, di sekitar-sekitar perayaan Urban Fest di Ancol kemarin, kalau tak salah, pernah memberitakannya. Katanya, para penggagasnya (wong Yogya?), hendak menggabungkan puisi, bahkan juga serat Cintini, dengan hip-hop.
Tapi, bahwa hasilnya bisa sedahsyat itu, ini yang mencengangkan. Benar-benar mengundang keplok. Beda jauh banget, misalnya, jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan Djaduk Ferianto dkk yang terkesan banyak cengengesannya itu.
Mungkin begitulah pop. Orang kementus boleh saja bilang, tak ada yang baru di situ. Biarkan saja. Yang jelas, di pop ada gelegak kreativitas. Mau dibilang baru atau lama, terserah. Yang penting ini: to create. Dan itu menembus batas. Semua yang mungkin menjadi lebih mungkin lagi. Tak peduli itu indie atau major label.
Contoh paling gres ya “hip-hop Jowo” itu. Saya sendiri baru dengar dari radio. Prambos Yogya sering memutarnya. Salah satu nomor asyik, saya lupa entah judul apa, tapi yang jelas, liriknya ada Sengkuni-nya segala. Unik. Mendut-mendut. Laik untuk kesehatan kuping agar tak hanya dipasok (rock) yang itu-itu melulu.
Sengkuni leda-lede. Melu baris ngarep dhewe. Barisane menggok. Sengkuni malah ndheprok.
Kabarnya, mereka, “hip-hop Jowo” ini, sudah merilis 2 album kompilasi. Dan dalam waktu dekat ini akan keluar album ke-3nya. Benar? Di Jakarta, album-albumnya didagangkan di mana saja yak?