Archive for the tag 'komik'

Bah Reggae

Dagelan Put On

Banjir komik Jepang. Beberapa komik lokal. Dan lebih beberapa lagi komik underground. Itu terserah mata. Tapi mungkin Put On (Pustaka Klasik, 2008) tak sekadar itu. Setidaknya di situ ada penasaran. Apalagi bagi mereka yang belum lahir atau masih kanak-kanak ketika kisruh nasional yang disebut G30S/PKI terjadi.

Ini komik pertama negeri ini. Komik ini karya Kho Wan Gie. Tokoh utamanya Put On, pria keturunan Cina, lajang, gemuk dan lucu. Muncul pertama kali di koran Sin Po, 7 Februari 1931. Pernah dibredel Jepang. Lalu muncul lagi di Koran Panjawarna dan Warta Bhakti. Tapi selepas kisruh 1965 itu Put On hilang beneran. Baru sekarang ini ia muncul lagi dalam bentuk buku.

Di buku ini Put On tak cuma pamer kekonyolan. Tapi ia juga memotret keseharian keturunan Cina di kota besar (Jakarta?). Tentu saja dari kacamata si Put On. Misalnya saja soal “adat istiadat” Cina yang justru “bikin bingung” (hal 18, 19, 32, 33).

Ada juga kelucuan yang terjadi di ultah kemerdekaan (hal 51). Syahdan, Put On diminta berpidato. Untuk itu, ia latihan. Di depan cermin ia lalu bergaya.

“Perajaan hari nasional kali ini agak istimewa, sebab berkenaan dengan berhasilnja penumbangan pembrontak petualang2 hingga mulai kokoh lagi persatuan negara kita…. Lain dari pada itu, berkenaan djuga dengan gagalnja pula kaum intervensi imperialis … Marilah kita berseru “Ambruklah untuk selamanja intervensionis imperialis!”.

Begitu pidato Put On. Gagah. Tapi, nenek dan keponakannya malah menyangka si Put On kemasukan setan. “Ja! Allah…. Djangan2 dia…. Lekas suru si Imah bawa barah di pedupaan. Gua masih simpen menyan dari Pa Salim,” kata si nenek.

Beras mahal dan hidup susah khas Orla juga jadi guyonan (hal 5 & 36 ). Termasuk pula anjuran Soekarno agar orang-orang kota menamam jagung di halaman rumah. Padahal pegang cangkul saja mereka tak bisa (hal 29). Ada juga kerepotan atas mode pakaian yang lagi in (hal 3, 8). Demikian pula musik, nah ini dia, yang malah bikin kacau (hal 6, 63).

Hanya saja buku ini terkesan dilansir buru-buru. Tak ada keterangan kapan persisnya (tanggal, bulan, tahun) komik-komik ini ditayangkan. Beruntung terkadang dalam teks percakapan ada beberapa hal yang bisa dijadikan penunjuk. Misalnya, “17 Agustus, ulang tahun proklamasi ke 13, perkumpulan kita djuga hendak adakan perajaan…”.

dropout

Ajakan 2008

dialog siapa dan siapa?

dialog siapa dan siapa?

Selamat tahun baru. Mari ngeblog.