Archive for the tag 'pearl jam'

Bah Reggae

Dunia Tanpa Korek Kuping

1991, 17 tahun lalu. Kuping dunia gempar diserang band Amerika. Nirvana, Red Hot Chilli Pepers dan Pearl Jam. Bisa jadi, di tahun itu, dagangan korek kuping tak laku. Pasalnya, kuping langsung bersih dan segar gara-gara album ke-3 band itu yang langsung disepakati banyak orang sebagai masterpiece.

Jreng, jreng dan jreng. Nevermind (Nirvana), Blood Sugar Sex Magik (Red Hot Chili Peppers) dan Ten (Pearl Jam). Nevermind ngepunk, Blood Sugar funky, sementara Ten ngerock. Hanya saja, berbeda dengan Nirvana dan Red Hot, Ten adalah album perdana Pearl Jam. Artinya, begitu keluar langsung meledak.

Munculnya Eddie Vedder bersama Pearl Jam kiranya juga menjadi obat kangen dunia atas suara bariton yang nyaris menghilang sepeninggal Jim Morrison. Lewat Ten rasa kangen Led Zeppelin juga terobati. Simak misalnya Black yang sebagian mengingatkan isian bas John Paul Jones di Ramble On.

Tapi mungkin inilah kejamnya pop. Gempar di satu album tak selalu berarti gempar pula di album setelahnya. Dan Pearl Jam menjawab tuntas hukum besi pop itu. Merosot, mbingungi, mencoba kemungkinan lain dan entah apalagi tampaknya lalu jadi kecaman dan pembelaan album-album Pearl Jam paska Ten.

Adalah Neil Young di Hey Hey My My (Rust Never Sleeps) yang bilang , “….And once you’re gone, you can’t come back/When you’re out of the blue and into the black/The king is gone but he’s not forgotten”. Mungkin itu bukan saja untuk Johnny Rotten, tapi juga berlaku bagi Eddie Vedder dan Pearl Jam.