Nov 24th, 2008
Di Lokal Berantakan, Jadi Presiden Tak Mengapa
Mau memelas, mau heroik, sah-sah saja. Tema sosial atau personal bukan masalah. Sangat inspiring atau nggak, juga bukan tuntutan yang jadi babi buta. Bahkan jika artis “sosial” ngledek artis “memelas” tak mengapa. Biasa. Serahkan saja semuanya pada ahlinya: kuping. Sejauh masih ada kuping, jadilah. Begitulah pop.
Maka sukseslah d’Masive (Perubahan, 2008) lewat Cinta Ini Membunuhku. Bahwa nanti ada kover-version — yang membuat nomor ini agak macho atau bahkan lebih memelas lagi – tapi sukses di pasar, itu bisa saja terjadi. Tapi yang pasti, suksesnya kover-version itu akan tergantung setidaknya pada 2 hal. Siapa artisnya dan pasar mana yang hendak disasar.
Belum tentu pasarnya Wiranto dan Prabowo Subianto bisa rela keplok ketika lagu itu dinyanyikan oleh para korban Mei 1998. Apalagi jika itu dinyanyikan dengan model “ring back tone” yang, misalnya, dengan sengaja memilih hanya mengulang-ulang beberapa bait pertamanya saja.
Kau membuat, ku berantakan. Kau membuat, ku tak karuan. Kau membuat, ku tak berdaya. Kau menolak ku, acuhkan diri ku.
Barangkali pasar Prabowo dan Wiranto akan meminta lagu itu diakhiri saja ketika Aquarius Pondok Indah – yang pernah habis ketika Jakarta menjadi “tanpa pasukan keamanan” – menyanyikannya. Nyanian itu mungkin juga akan ditolak pasar Sutiyoso ketika diputar di tengah gilanya kemacetan sepanjang Pondok Indah akibat proyek busway yang gilanya jauh lebih keterlaluan lagi.
Nyanyian para petani Kulon Progo yang (akan) tergusur pabrik tambang bijih besi (?) mungkin juga akan ditolak pasar Sultan dan para pendereknya. Di situ ada Moeslim Abdurrahman, Sukardi Rinakit, Garin Nugroho, Franky Sahilatua.
Ada juga yang disebut “siluman” (Kompas, 22 November 2008, hal 5). Siapakah mereka? Arifin Panigoro, Beni Susetyo atau kelompok “Memetri Yogya”? Entahlah. Konon “memetri” ini adalah penyelamatkan citra Sultan ketika terjadi gempa dahsyat di Yogya beberapa waktu lalu. Utamanya, di awal paska gempa. Kabarnya, waktu itu, Sultan pas tak ada di Yogya.
Tapi begitulah, negeri ini bukan cuma Jakarta, Kulon Progo atau Yogya. Masih tersedia daerah lain yang bisa “diberantakin”. Karenanya, artis kover-version ring back tone Cinta Ini Membunuhku oleh mereka tak diambil peduli. Bagi mereka, berantakan di tingkat lokal mungkin justru jadi amanah untuk ngurusin hal-hal yang lebih besar.